www.baimgo.com
Minggu, 16 Mei 2021
 
Kepala BPKAD Kuansing Tersangka SPDP Fiktif
Senin, 15-03-2021 - 10:59:23 WIB

TERKAIT:
 
  • Kepala BPKAD Kuansing Tersangka SPDP Fiktif
  •  

    Kuansing,- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi atau Kuansing, ternyata telah menetapkan Kepala BPKAD Kabupaten Kuansing Hendra A alias Keken sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPDP) fiktif ratusan juta. Penetapan tersangka dilakukan setelah selesainya pemeriksaan saksi-saksi secara maraton.

    Kepala Kejari Kuansing Hadiman ketika dikonfirmasi, menyebutkan, Hendra ditetapkan sebagai tersangka pada 10 Maret 2021 lalu. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan Kepala BPKAD Kuansing ini akan diperiksa sebagai tersangka, pada Selasa (16/3/21) besok.

    "Kami telah menetapkan H alias K sebagai tersangka, Rabu kemarin. Selasa besok ini akan diperiksa sebagai tersangka," kata Hadiman kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (15/3/21) siang melalui saluran telepon.

    Hadiman menambahkan, selain memeriksa saksi-saksi dan alat bukti. Penyidik juga melengkapi proses penetapan tersangka ini dengan melakukan pemeriksaan terhadap berkas SPDP fiktif yang saat itu ditandatangani tersangka Hendra selaku Kepala BPKAD yang dinilai bertanggungjawab.

    "Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti surat berupa SPPD fiktif. Hasil pemeriksaan tersangka menandatangani SPJ fiktif itu dan uang dipakai operasional pimpinan (Hendra)," katanya.

    Atas dugaan kuropsi dana fiktif tersebut, negara dirugikan Rp 600 juta. Namun, nilai kerugian disebut dapat bertambah karena proses perhitungan dan pemeriksaan masih terus berlanjut.

    "Kerugian negara sementara kurang lebih Rp 600 juta dan bisa bertambah. Apalagi pihak ketiga yang berada di luar daerah seperti Jakarta, Padang, dan Batam belum dihitung lagi," ujarnya. 

    Diketahui, sebelumnya Kejari Kuansing mengusut dugaan SPDP fiktif di Pemkab Kuansing. SPDP fiktif itu awalnya dilaporkan masyarakat karena tak bisa dipertanggungjawabkan.

    Dari laporan itu, Kejari pun memulai proses penyidikan dan menemukan kejanggalan laporan keuangan. Terutama terkait uang transportasi dan penginapan yang tidak dilaporkan, namun dananya sudah habis.

    Dalam kasus dugaan SPPD dana fiktif itu, puluhan orang sudah diperiksa sebagai saksi. Saksi diperiksa dari Kabid, Kasubid, dan beberapa staf BPKAD.

    Selama proses penyidikan berjalan Hendra mengakui dana sudah digunakan. Bahkan, dana itu langsung dikembalikan mencapai Rp 493 juta yang diterima langsung Kepala Kejari, Hadiman. **Uut



     
    Berita Lainnya :
  • Kepala BPKAD Kuansing Tersangka SPDP Fiktif
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Infotorial - Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016 BaIM GO, All Rights Reserved