www.baimgo.com
Selasa, 09 Maret 2021
 
Sidang Perdana Praperadilan Habib Rizieq di PN Jaksel, Digelar Hari Ini
Senin, 22-02-2021 - 10:13:23 WIB

TERKAIT:
 
  • Sidang Perdana Praperadilan Habib Rizieq di PN Jaksel, Digelar Hari Ini
  •  

    Jakarta,- Hari ini, Senin (22/2/21) pihak dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) menaja  sidang perdana praperadilanya Habib Rizieq Shihab. Gugatan itu, berkaitan dengan penangkapan dan penahanan dalam kasus pelanggarannya protokol kesehatan.

    Rencananya, sidang akan berlangsung pukul 09.00 WIB. Dari pihak Tim kuasa hukum Habib Rizieq menyatakan tidak ada persiapan khusus didalam sidang perdana kali ini. "Ya, hari ini ada sidang. Tapi tidak ada persiapan khusus. Tapi, berdoa mohon kemudahan kekuatan kepada Allah," kata Muhammad Kamil Pasha.

    Kuasa hukum Habib Rizieq, menyebut,  dalam hal ini memang ada pesan oleh klien ini untuk menempuh jalur hukum guna mendapatkan keadilan. Tempuh segala jalur legal konstitusional untuk mendapatkan keadilan, termasuk lewat permohonan praperadilan ini.

    Alamsyah Hanafiah yang juga tim kuasa hukum mengatakan, gugatan kembali dilayangkan lantaran penangkapan serta penahanan terhadap Rizieq tidak sah. Dalam hal ini, pihak tergugat adalah penyidik Bareskrim Polri Cq penyidik Polda Metro Jaya.

    "Kami mendaftarkan gugatan praperadilan Habib Rizieq, menggugat Kepolisian Republik Indonesia dalam hal tidak sahnya penangkapan dan tidak sahnya penahanan," ujar Alamsyah yang dilansir suara.com.

    Menurut Alamsyah, sangkaan pasal terhadap kliennya, yakni Pasal 160 KUHP tidak relevan dan menyimpang dari ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHP). Sebab, peristiwa hukum yang terjadi adalah peristiwa hukum pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat.

    "Tapi di bawa ke hukum pidana kejahatan pasal 160 KUHP. Mencampur adukkan antara peraturan yang bersifat khusus dicampur adukkan dengan peraturan yang bersifat umum," jelasnya.

    Alamsyah melanjutkan, surat penahanan dan penangkapan terhadap Rizieq lahir dari dua surat penyidikan yang berbeda. Dia menilai, dua surat tersebut berbeda -- namun dalam kasus yang sama.

    Dengan demikian, Alamsyah merasa kebingungan atas dasar penahanan teehadap kliennya. Dua surat tersebut Sp.Sidik/4604/XI/2020/Ditreskrimum tertanggal 26 November 2020 atau Sp.Sidik/4735/XXI/2020/Ditreskrimum tertanggal 9 Desember 2020.

    "Karena ada dua nomor tanggal berbeda. Penangkapan juga gitu, dia ditangkap itu berdasarkan surat perintah penyidikan yang mana," pungkas Alamsyah.

    Untuk diketahui, sebelumnya hakim tunggal Akhmad Sahyuti menolak gugatan praperadilan Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/1/21) lalu. Gugatan itu berkaitan dengan penetapan status tersangka terhadap Rizieq.

    Adapun sejumlah alasan terkait ditolaknya gugatan tersebut. Pertama, penyidikan yang dilakukan polisi telah sah. Bahkan, sebelum meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan, juga telah melalui aturan yang berlaku.

    Dikatakan Sahyuti, penyidik kepolisian pun telah memperoleh bukti-bukti dan menerima keterangan dari sejumlah ahli. Oleh sebab itu, polisi menyatakan bahwa acara hajatan anak Rizieq sekaligus Maulid Nabi di Petamburan adalah melanggar protokol kesehatan Covid-19.

    Tak hanya itu, alasan ketidakhadiran Rizieq dalam memenuhi panggilan pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya menjadi salah satu pertimbangan ditolaknya gugatan tersebut. Total, Rizieq mangkir sebanyak dua kali.**



     
    Berita Lainnya :
  • Sidang Perdana Praperadilan Habib Rizieq di PN Jaksel, Digelar Hari Ini
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Infotorial - Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016 BaIM GO, All Rights Reserved