www.baimgo.com
Selasa, 26 Mei 2020
 
Pemprov Riau Gelar shalat Minta Hujan
Rabu, 11-09-2019 - 11:10:19 WIB

TERKAIT:
 
  • Pemprov Riau Gelar shalat Minta Hujan
  •  

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan menggelar Shalat Istisqa atau shalat minta hujan sebagai upaya pengharapan terjadinya hujan di berbagai wilayah khususnya Pekanbaru.

    Pelaksanaan shalat istisqa ini berdasarkan surat edaran dengan Nomor: 800/UM/2262 tertanggal 10 September 2019 yang ditandantangani oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Syah Harrofie.

    Surat edaran tersebut ditujukan kepada Sekretaris DPRD Provinsi Riau, Inspektur/kepala Badan/Dinas/Biro di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, Direktur RSUD Arifin Achmad, direktur Rumah sakit Jiwa Tampan, Direktu Petala Bumi serta Kepala Satpol PP Provinsi Riau.

    Dalam surat edaran tersebut berisikan bahwa pemerintah Provinsi Riau akan melaksanakan shalat istisqa pada hari rabu (11/9/2019) pada pukul 7.30 WIB di halaman Kantor Gubernur Riau.

    Dan mengintruskikan pejabat eselon  III dan IV dari masing masing Organisasi perangkat Daerah  untuk mengikuti shalat tersebut.

    Serta mengintruksikan seluruh ASN dan Tenga Harian Lepas  dilingkunhan OPD Pemerintah Provinsi Riau untuk mengikuti shalat tersebut.


    Pelaksanaan Salat Istisqa di halaman Kantor Gubernur Riau Rabu (11/9) pagi ini berjalan khusuk. Adapun bertindak sebagai Imam adalah Ketua MUI Riau Nazir Karim. Sementara bertindak khatib adalah ustaz Saidul Amin.

    Salat bermakna bermunajat meminta hujan kepada sang pencipta Allah SWT ini dihadiri Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Afrizal Natar Nasution, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Uung Abdul Syakur, Danrem 031/WB Brigjen TNI Muhammad Fadjar.

    Kemudian hadir juga para pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau termasuk TNI/Polri. Sementara Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar tak terlihat pada pelaksanaan Salat Istisqa ini.

    Khatib Saidul Amin, mengingatkan banjir besar yang meland pada zaman Nabi Nuh, waktu itu bukan kerusakan alam akibat pembalakan liar. Karena hutan masih hijau. Tetapi karena umat Nabi Nuh waktu itu ingkar kepada Allah SWT.

    Selain itu, pada zaman Nabi Luth, terjadi gempa besar hingga membenamkan umat Nabi Luth saat itu yang menyenangi praktek homoseksual.

    Begitu juga pada zaman Nabi Saleh, timbul asap tebal yang menggulung umatnya, bukan karena adanya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sebab saat itu hutan masih perawan. Tetapi tidak lain, karena Allah sudah murka atas prilaku umat Nabi Saleh yang ingkar.

    "Melalui Salat Istisqa ini, hendaknya menjadi momen untuk kembali mengintropeksi diri masing-masing, tanpa terkecuali. Baik pejabat maupun masyarakat," ujar Amin.

    Lalu bagaimana dengan kabut asap akibat Karhutla yang terjadi saat ini. Menurut Ustadz Saidul Amin, karena keserakahan tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan seperti membuka lahan dengan cara membakar.

    Namun Amin mengingatkan, kemurkaan Allah bisa jadi karena adanya ketidakadilan dalam penanganan hukum. Karena ketika Ada masyarakat kecil yang dianggap melanggar hukum, cepat ditindak. Sementara perusahaan besar justu penegak hukum tutup mata.

    "Selain itu, dampak kabut asap yang saat ini terjadi tidak juga sangat mungkin karena Allah murka karena banyaknya kemaksiatan yang terjadi saat ini," pungkasnya. (adv/mcr/mtr)



     
    Berita Lainnya :
  • Pemprov Riau Gelar shalat Minta Hujan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Infotorial - Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016 BaIM GO, All Rights Reserved