www.baimgo.com
Rabu, 02 Desember 2020
 
Investasi Keramba Ikan Air Tawar di Desa Buluh Cina Bisa Untung 50 Persen
Jumat, 29-05-2020 - 21:10:34 WIB
Riski Asnor alias Iki petani keramba ikan air tawar (anak muda berbaju hitam)
TERKAIT:
 
  • Investasi Keramba Ikan Air Tawar di Desa Buluh Cina Bisa Untung 50 Persen
  •  

    KAMPAR – Peluang investasi keramba ikan air tawar di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau sangat besar. Hasil riset langsung ke lapangan oleh wartawan media online BaIMGo.com, Rabu (27/05/2020) terdapat ratusan keramba ikan air tawar milik warga Desa Buluh Cina yang tersusun dengan rapi di pinggir aliran sungai Kampar yang mengalir membelah Desa Buluh Cina menjadi dua bahagian.


    Wartawan menelusuri susunan keramba di pinggiran sungai dan berkesempatan berbincang dengan salah satu petani keramba ikan yang berada di Desa Buluh Cina, Riski asnor atau yang akrab disapa dengan Iki. Ia mengaku telah 4 tahun berprofesi sebagai petani keramba ikan air tawar.

    Tidak hanya menjaga keramba ikan milik pribadinya, Iki juga bekerja di keramba milik orang lain yang tinggal di luar Desa Buluh Cina. Jumlah keramba milik orang lain yang dikelolahnya sebanyak 5 keramba. Selain mitra kerjanya, tidak sedikit masyarakat luar yang memiliki keramba ikan di Desa Buluh Cina salah satunya yaitu warga negara yang berasal dari Malaysia dan warga  keturunan China yang tinggal di Desa Buluh Cina juga memiliki beberapa ikan.

    Iki menjelaskan, terdapat dua jenis ikan yang dipelihara oleh petani keramba ikan di Desa Buluh Cina yaitu Ikan Tapa dan Ikan Baung. Proses pembesaran ikan di mulai sejak ikan tersebut berusia 2 minggu hingga memasuki masa panen 8 bulan hingga 1 tahun. Lamanya masa panen tergantung pada aturan pakan yang diberikan kepada ikan keramba.

    "Kalau saya sendiri memberikan makan ikan dikeramba ini dua kali seminggu, untuk porsi makan yang diberikan itu tergantung pada besar keramba ikannya. Besar keramba ikan saya 2 x 8 meter, dengan isi bibt 400 ekor, berkisaran sekitar 50 kg pakan yang harus diberikan atau 100 kg pakan ikan dalam seminggu yang harus saya keluarkan", ucap Iki.

    Keramba milik petani di Desa Buluh Cina

    Adapun jenis pakan ikan yang diberikan yaitu ayam mati yang dicincang halus, usus ayam dan ikan hidup berukuran kecil. Akan tetapi, mayoritas petani keramba ikan di Desa Buluh Cina menggunakan ayam mati untuk pakan ikan keramba tersebut melihat biaya yang lebih murah dan agent yang cukup banyak.

    "Sebenarnya, bagus ngasih makan ikan keramba ini pakai ikan kecil kecil itu seperti ikan kapiek, tapi biaya nya lebih besar dan sulit juga mencari agent penjual pakan ikan keramba ini", sebut Iki.

    Iki menjelaskan bahwa pakan ikan keramba akan mempengaruhi warna ikan tersebut. Ikan keramba yang memakan ayam mati akan berwarna hitam dengan nilai jual 70 ribu rupiah/kg sedangkan ikan keramba yang memakan ikan-ikan kecil akan berwarna kecoklatan dengan nilai jual yang lebih tinggi yaitu berkisaran 75 ribu hingga 80 ribu rupiah/kg.

    Selama berprofesi sebagai petani keramba, ia mengaku belum pernah mengalami kendala yang berakibat merugikan. Sesekali hanya saja kesulitan mencari pakan ikan keramba kepada agent penjual.

    "Kadang uang kita udah ada untuk makan ikan, malah jual ayam matinya pula yang nggak ada. Kadang ayam matinya udah ada, uang kita pula yang nggak ada", ujar Iki sambil ketawa.

    Selama 1 tahun proses pembesaran ikan Iki mengabiskan modal sekitatr 28 juta rupiah dengan dengan penjualan kotor sekitar 42 juta rupiah sehingga diperoleh keuntungan setangah dari modal yang dikeluarkan, yaitu 14 juta rupiah. Hal ini di dapatkan jika selama proses pembesaran ikan tidak mengalami kendala seperti ikan keramba tiba-tiba mati dan sebagainya.

    "Alhamdulillah selama ini belum pernah mengalami kerugian. Kalau ikan mati satu atau dua ekor itu biasa dan tingkat keamanan di Desa inipun masih terjaga. Untung untung kita ini main jula-jula karena dalam satu tahun belum tentu bisa mengumpulkan uang tabungan sebanyak 15 juta rupiah, bekerjanya juga tidak motonon, bisa saya membersihkan kebun sawit sambil menjaga keramba ini", jelas Iki.

    Keuntungan Bisa Untuk Ibadah Umrah, Membangun Rumah, Membeli Mobil, Hingga Membuka Usaha Baru

    Banyaknya warga yang memiliki keramba ikan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat Desa Buluh Cina. Dari keuntungan keramba ikan yang didapat oleh warga tersebut, keuntungannya dapat digunakan untuk melaksanakan ibadah umrah, membangun rumah, membeli mobil, hingga membuka usaha baru seperti sarang burung walet.

    Kades Buluh Cina Azrianto (Berbaju batik dan peci hitam)

    Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Desa (Kades) Buluh Cina Azrianto, S.TP saat di konfirmasi di ruang kerjanya, Jumat Siang (29/05/2020). Azrianto menyebut, terdapat 300 lebih keramba ikan milik warga Desa Buluh Cina. Keramba ikan pertama kali dibuat oleh Muhammad Yunus pada tahun 1987 dengan jenis ikan yaitu Ikan Lomak dan Ikan Kapiek.

    "Sebenarnya dulu pak Yunus cuma iseng-isengnya mau merawat ikan, akan tetapi setelah berdampak baik ia melanjutkan usahanya dan diikuti juga oleh warga lain. Sekarang jenis ikannya tapah dan baung, perubahan itu terjadi karena permintaan dari agent, pertumbuhan yang cepat dan nilai jual yang tinggi", Jelas pak Kades.

    Kades melanjutkan, Pemerintah Desa (Pemdes) Buluh Cina berencana akan membentuk organisasi keramba ikan yang terdiri dari dari ketua, sekretaris, bendahara dan perangkat lainnya. Hal ini bertujuan untuk menertibkan petani keramba ikan dengan beberapa aturan yang berlaku salah satunya yaitu mengeluarkan zakat mal (zakat harta) dari keuntungan yang di dapatkan oleh petani keramba ikan, dan menertibkan letak keramba ikan melihat Desa Buluh Cina sebagai Desa wisata.

    Dari zakat mal yang dikeluarkan oleh petani keramba ikan ini nanti akan kita gunakan untuk perbaikan masjid, ataupun membantu warga yang kurang mampu dengan cara memberikan modal untuk membuka usaha dan mengembalikan jika sudah mendapatkan keuntungan.

    "Kami Pemerintah Desa inginnya ini menjadi badan usaha milik desa akan tetapi ini semua nantinya akan kita rapatkan bersama masyarakat khususnya warga yang memiliki keramba ikan" ucap Azrianto.

    Kepada petani keramba ikan, Azrianto berharap agar nantinya ketika organisasi petani keramba ikan sudah terbentuk warga mau mengeluarkan sebagian dari hartanya (mengeluarkan zakat mall) sebanyak 2,5% dari keuntungan yang didapat. Selain bertujuan untuk mensucikan harta hal tersebut juga dapat membantu warga kurang mampu secara ekonomi dan menjadikan Desa Buluh Cina sebagai Desa wisata dengan tata letak keramba ikan yang tersusun rapi.

     

    Penulis: Salmi Miftah Hidayah
    Foto: Salmet Miftah Firdaus
    Editor: Indra Maulid




     
    Berita Lainnya :
  • Investasi Keramba Ikan Air Tawar di Desa Buluh Cina Bisa Untung 50 Persen
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Infotorial - Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016 BaIM GO, All Rights Reserved